Posted by : Unknown
Senin, 16 Mei 2016
"Berdasarkan pengalaman pribadi anak saya 12 tahun, sudah kelas 1 SMP dan 10 tahun kelas 5 SD. Saya ajarkan rasa malu dari kecil dari bayi kalau dia enggak pakai baju," kata Ira dalam diskusi santai bertajuk "Urgent! Mari Bicara Seks untuk Perlindungan Anak", di Wisma Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, Jalan Hang Jebat III No. 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2015). Agen Bola Terpercaya
Menurut dia, diskusi reproduksi juga sudah bisa dimulai saat anak sudah dapat diajak berkomunikasi. Anak, lanjut dia, bisa dikenalkan tentang reproduksi ketika mereka bisa berbicara.
"Pas mandi dijelaskan, beda laki-laki dan perempuan, alat kelaminnya beda. Akhirnya dia bisa tahu mana yang laki-laki dan perempuan," jelas Ira. Agen Sabung Ayam
Orang tua, jelas dia, juga perlu menjelaskan bagian tubuh mana yang tidak dapat disentuh lawan jenis. Anak pun perlu memahami bagian tubuh mana yang harus dijaga. Bandar Sabung Ayam (lIVE)
"Contohnya, kalau anak perempuan pipis. Kalau enggak bisa bersihkan, bilang mama dan mbak. Kalau enggak ada mama dan mbak, baru papa setelah ada persetujuan mama. Kalau mau pipis di sekolah bisa minta tolong bu guru," jelas dia. Sabung Ayam
Ayah dan ibu, lanjutnya, tak boleh panik dalam mengajarkan pendidikan seksual kepada anak. Pasalnya, anak yang masih kuat rasa ingin tahunya kerap memberi pertanyaan di luar dugaan orang tua. "Kita harus siap jelaskan. Kitanya harus biasa saja. Jangan panik tapi juga jangan sok tahu. Kalau enggak tahu, minta anak menunggu," pungkas dia. Sabung Ayam Online
(LOV)
