Posted by : Unknown
Sabtu, 21 Mei 2016
Bola206-, Atlet sepakbola atau rugbi pasti pernah pada satu waktu terlibat benturan keras karena menyundul bola atau bertabrakan dengan pemain lain. Nah apabila benturan ini melibatkan bagian kepala maka besar kemungkinan terjadi gegar otak ringan, sedang, hingga berat.
Berbagai studi telah melihat dalam jangka panjang efek dari gegar otak ini kaitan terkuatnya menyebabkan penurunan fungsi otak yang lebih cepat di usia tua. Tapi selain itu studi terbaru memperlihatkan juga bahwa efek lain gegar otak berulang ternyata bisa juga ke penurunan fungsi mata.
Pemimpin studi Dianne Langford dari Temple University melaporkan di jurnal JAMA Ophthalmology bahwa dari 29 atlet yang diteliti dalam empat sesi latihan, mereka yang paling sering mengalami benturan kepala akan mengalami penurunan fungsi penglihatan lebih banyak sehingga mudah melihat ganda. Untuk atlet yang dikatakan paling berisiko setidaknya bisa mengalami benturan di kepala antara 41 sampai 96 kali dalam empat sesi dan atlet yang dikatakan berisiko rendah bisa mengalami 6 sampai 16 benturan di kepala dalam empat sesi.
Baca juga: Agen bola terpercaya Terlalu Sering Menyundul Bola Bikin Anak Lebih Berisiko Alami Gegar Otak
Langford mengatakan studi melihat kondisi ini tak berlangsung lama dan bisa pulih sendiri apabila atlet beristirahat setidaknya sampai tiga minggu.
"Kami percaya bahwa efek jangka panjangnya kemungkinan ada, tapi kami masih belum punya bukti kuat. Perubahan yang ada dalam studi secara klinis tak signifikan dan bisa pulih sendiri setelah tiga minggu beristirahat," kata Langford seperti dikutip dari Reuters, Jumat (20/5/2016).Bandar sabung ayam (LIVE)
"Saya tak bisa bilang bahwa para atlet harus khawatir pada titik ini, tapi mereka harus tahu bahwa perubahan-perubahan ini terjadi pada tubuhnya," pungkas Langford.
Masalah gegar otak dan kaitannya dengan atlet olahraga memang sering menjadi bahan studi menarik oleh peneliti. Kebanyakan studi dilakukan untuk melihat berbagai dampak dari gegar otak dan cara-cara preventif yang mungkin dapat dilakukan untuk semakin memperbaiki kondisi atlet agar lebih baik lagi.
dr Andrew G. Lee dari Blanton Eye Institute mengomentari studi dan mengatakan bahwa atlet harus bisa mengendalikan keseimbangan antara manfaat dan kesenangan yang diperolah dari berolahraga dengan keamanan untuk tubuhnya.Sabung ayam online
