Archive for Juli 2016

Bakat Ronaldo Tak Sebesar Messi, tapi Dia Pemain Hebat




Milan - Perbandingan antara Cristiano Ronaldo dengan Lionel Messi kembali dilontarkan. Bakat CR7dinilai tak setara La Pulga, tapi dia disebut sebagai pemain hebat.

Ronaldo dan Messi mendominasi penghargaan FIFA Ballon d'Or sejak 2010. Pemain asal Argentina itu memenanginya empat kali, sementara Ronaldo dua kali.

Saat anugerah Ballon d'Or belum diakusisi FIFA, Messi dan Ronaldo sama-sama sekali mendapatkan penghargaan itu.

Di tahun ini, Ronaldo baru saja meraih kesuksesan besar. Dia mengantarkan Portugal menjadi juara Piala Eropa, sementara bersama Real Madrid berhasil memenangi Liga Champions.

Dengan begitu, raihan piala Ronaldo di level tim nasional dan klub sudah komplet. Sementara itu, Messi kembali gagal meraih trofi bersama Argentina. Dia cuma menjadi runner-up di Copa America Centenario.

Eks pelatih Italia, Arrigo Sacchi, membandingkan Ronaldo dengan Messi. Dia memuji Ronaldo sebagai pemain yang hebat.

"Cristiano merupakan lambang dari seorang yang sangat profesional. Dia tidak mempunyai talenta yang sama seperti Messi, tapi dia merupakan pemain hebat," kata Sacchi di As.

"Saya pernah sekali mengunjungi Carlo Ancelotti di Madrid dan bahkan sebelum latihan dimulai, Cristiano sudah berada di sana, melakukan latihan di ruang ganti sebelum pemain lain datang. Dia mempunyai banyak kemauan dan nafsu yang besar," tambahnya.

Birahi



Dunia sex yang mana saya sudah melang melintang lokasi panas sexsualitas yang ada di ibu kota sudah
pernah aku datangi, tapi ada satu tempat yang menjadi favoritku di daerah Jakarta Timur, cewek disana
banyak yang muda muda dan masih polos kelihatannya dari desa, penampilannya juga masih kayak orang
kampung.

Aku akhirnya punya langganan, namanya Katem, tapi lalu kuganti namanya jadi Ami. Jadi aku panggil dia
Ami. Dia akhirnya terbiasa. Suatu hari dia bercerita ingin pulang kampung. Aku menawarkan diri
mengantarnya sampai ke rumahnya.
Dia dengan senangnya menyambut tawaranku. Kami akhirnya janjian untuk berangkat bersama. Kami janjian
ketemu di halte mikrolet di dekat pasar. Dari situ kami menuju Pulo Gadung untuk mengambil bus jurusan
Cirebon. Baru sekali itu aku naik bus dari Pulo Gadung dan bersama cewek.
Sorry aku lupa menggambarkan bagaimana profil Mia. Usianya sekitar 15 tahun, mukanya manis, kulitnya
agak gelap tingginya sekitar 155 cm. Rambut lurus sebahu. Bicara kurang lancar berbahasa Indonesia,
dia sekolah sampai kelas 4 SD.
Sekitar 3 jam setengah akhirnya kami sampai di pemberhentian sebelum kota Indramayu. Sebut saja KS,
kami menyeberang jalan, dan di situ sudah ada puluhan ojek. Mia menyebut nama kampungnya dan kami
menyewa 2 ojek dengan ongkos masing-masing 20 ribu. Rupanya tempatnya jauh juga masuk kedalam.
Di kampung-kampung Indramayu dan Karawang, cukup banyak orang tua yang menganjurkan anaknya jadi
pelacur. Jadi mereka sama sekali tidak keberatan ketika anaknya punya tamu. Bagi ortunya tamu itu
adalah rejeki dan ini masuk area bisnis jadinya.
“Nak, nginep disini aja, pulang ke jakarta besoklah, ngapain buru-buru pulang,” kata bapaknya.
Jadi sebelum aku memohon sudah ditawari so ya why not kan. Lantas aku keluarin Rp 100k kasi langsung
sama emaknya.Cerita Sex Dewasa
“Mak ini buat beli makanan, nanti malam saya makan disini.”
Wah itu emak langsung buru-buru pergi, pulangnya nenteng ayam hidup, lalu bapaknya suruh motong tuh
ayam. Malamnya hidangannya adalah ayam goreng, sambel dan lauk berkuahnya 2 bungkus indomi direbus
dengan banyak air. Yang makan berenam.
Adik si cewek ada 2 soalnya. Aku gak bisa makan banyak, tapi dipaksa juga. Aku kurang selera, karena
ayamnya masih keras dan masih bau amisnya ayam. Aku telen-telenin aja, abis kepaksa. Mau makan
indomienya. Biasanya dua bungkus aku makan sendiri, ini dua bungkus dimakan berenam. Wah aku jadi gak
enak body.
Abis makan aku keluarin 50 k kasi ke bapaknya untuk beli rokok dan 50k lagi aku kasi ke dia juga
dengan pesen untuk keamanan. Wekkk rumah tuh bapak akhirnya dijagain 2 hansip kampung semalaman.
Buset deh, jadi raja minyak aku di kampung ini. Abis makan bukan terus tiarap, ngobrol dulu ama
bokapnya ke utara-selatan. Yah bisa-bisa aku menerka minat obrolan dia. Begitu aku tau dia tertarik
ama pertanian.
Aku keluarin jurus-jurus dewa mabok aku untuk mengimbangi percakapannya. Bukan mau sombong sih diajak
ngomong soal apa aja dari mulai menanam padi sampai nuklir korea utara aku bisa njabani. Kalo soal
olah raga aku nyerah deh, gak hobi. Namanya ilmu dewa mabuk, si bapak jadi kalah ilmu ama aku,
wakakakak.
Aku inget hari itu dia nanya-nanya nanem apa yang hasilnya lumayan. Aku bilang semangka tanpa biji
bagus tuh pasarnya. Dia bingung, semangka tanpa biji yang ditanam apanya. Aku bilang ya biji, ada tuh
bibitnya di jual kalengan cuma harganya rada mahal.
“mau dong” kata bapaknya.
“Yah nanti deh kalo saya kemari lagi.”
Ngobrol sampai jam 10 an sambil minum kopi dan makan kacang garuda. Akhirnya tuh bapak nyadar juga dan
nyuruh aku istirahat.
“Kamarnya udah disiapi, silahkan nak istirahat dulu.”
Jam 10 malam di kampung, sunyinya kayak orang tuli, mana gelap lagi. Tapi aku PD aja meski rada was-
was juga, Gimana gak PD rumah dijagai 2 hansip. Kayaknya hansip kelurahan. Was-wasnya kalau ada apa-
apa aku lari kemana.
Aku kan gak bawa kendaraan. Oh ya aku lupa. Kalo masuk kampung pedalaman gitu dan mau nginep jangan
bawa mobil, mencolok bo. Orang jadi banyak perhatiin kita. Kalo kita datang naik ojek, kita jadi
membaur dan gak kelihatan mentang-mentang.
Si bapak nunjuki kamar tidur untuk aku, dan anak perempuannya udah tiduran di situ. Kamarnya cuma
diterangi lampu minyak dan yang istimewa tempat tidurnya pake kelambu. buset dah seumur-umur aku baru
pernah kali itu tidur pake kelambu.
Tadinya pengen malu, tapi karena bapaknya nganjurin aku tidur ama anaknya, aku jadi bingung pengen
malu ama siapa wakakakakak.
Besok paginya aku rada kesiangan bangunnya, malemnya kebanyakan tiarap kali ya. eh si cewek walau udah
bangun tapi dia belum keluar dari tempat tidur.Mungkin nunggu sampai aku juga bangun.Wah setia banget.
Di luar udah disiapi kopi dan nasi goreng. Wuissh raja minyak diservice abis. Aku salut ama diri aku
sendiri, sebab petualangan itu aku jalani sendiri tanpa kawan. nekat abis. Aku akhirnya nginep lagi
semalem, mengingat dana dikantong masih mencukupi dan aku rasa aman-aman aja.
Seharian di kampung aku ditemani tetangganya (laki-laki) nyewa motor muter-muter di kampung. Eh dia
malah nunjuki potensi cewek di desanya.
Jadi aku dikenali ama banyak cewe. Buset banget, ternyata banyak yang ok. Gilanya dia nawari perawan.
Bukan satu, kalo aku nggak salah inget ada 3 semuanya dikenali ke aku.
Tetangga sebelah si Mia ini rupanya juga lagi pulang kampung. Gilanya dia kelihatan lebih muda,
mungkin usianya masih 13 – 14 tahun. Aku diperkenalkan dan dia mengaku kerja (melacur) di daerah
Cilincing. Tempat yang dia sebutkan itu belum pernah aku datangi.
Setelah nginap semalam aku kemudian pamit kepada orang tua si Mia. Diantar oleh tetangganya aku
berangkat dari rumah Mia. Heri begitu nama tetangga Mia yang menjadi penunjuk jalan.
Aku bukan sungguh-sungguh pulang tapi pindah nginap di kampung yang letaknya jauh lebih ke pelosok.
Tujuannya adalah rumah Nani. Anaknya manis agak tinggi sekitar 160 usianya juga masih amat belia
sekitar 15 tahun.
Dia termasuk stok baru, karena belum pernah dikaryakan. Kata Heri Nani baru cerai. Padahal mereka
belum genap 3 bulan kawin. Seperti diceritakan Heri, orang-orang di kampung itu banyak yang kawin
singkat hanya untuk mengejar status janda. Dengan status janda, dia bisa punya KTP dan bisa kerja ke
kota.
Rumah Nani tidak begitu besar, berdinding separuh tembok separuh bambu anyaman (gedek). Kami disambut
seorang wanita usianya sekitar 32 tahun, dia adalah ibunya Nani.
“Mari mas masuk,” katanya mempersilahkan kami.
Aku memilih duduk di bale-bale (amben) bambu di teras rumahnya. Sementara itu Heri masuk bersama
ibunya Nani, sepertinya ada yang mereka rembukkan.
“Dari mana mas,” tanya ibu si Nani.
“Jakarta,” jawabku singkat.
Maknya si Nani ini kelihatan akrab sekali, sedangkan aku masih rada kikuk. Aku merasa malu karena
niatku akan menginap di rumah itu, kayaknya vulgar banget. Tapi Bu Karta begitu dia mengenalkan
namanyam dia pintar sekali mencairkan suasana, dan dia sudah tau betul niatku .
“Mas tunggu sebentar ya, si Nani lagi mandi, katanya.
Kami mengobrol macam-macam sampai aku tahu bahwa Bu Karta ini juga janda dengan 2 anak. Anak yang
pertama laki-laki sekarang kerja di Jakarta.. Jadi mereka hanya tinggal berdua.
“Masnya jadikan menginap di sini,” tanya Bu Karta.
“ Kalau ibu boleh, ya saya mau,” kataku.
“Ya boleh lah mas, hotel dari sini jauh, tapi disini rumah kampung, nggak ada listrik, rumahnya juga
jelek, nggak kayak rumah di Jakarta, gedongan semua,” katanya merendah.
Heri memberi kode agar aku ikuti dia. Heri membrief aku, bahwa semuanya oke dan ada juga uang
keamanan. Dia mau pamit, dan aku minta dia datang lagi besok jam 10 pagi. Heri kemudian pamit kepada
mak nya Nani dan segera ngacir.
Perutku sudah rada kroncongan karena sekarang udah jam 1 siang. Kutarik 5 lembar uang 20 ribuan dan
kuserahkan ke Bu Karta.
“Ini bu untuk beli makanan, siang ini ibu beli indomi bangsa 5 bungkus, minyak goreng dan kalau ada
sedikit tepung sagu (kanji), lainnya beliin tempe dan cabe rawit ijo juga bawang putih.”
Ibunya masuk ke dalam rumah sebentar dan keluar lagi membawa secangkir kopi. Tak lama kemudian datang
belanjaan. Rupanya Bu karta minta tetangganya untuk belanja , pantesan dia gak beranjak dari tadi.
“Mas tepung sagunya mau dibuat apa ya,” katanya.
“Mau buat mi bu,” kata ku.
“Ah jangan panggil bu ah, panggil mbak aja, kayaknya kok jadi tua banget,” katanya sambil matanya
genit.
“Boleh saya masak mi nya di dapur bu,”
“Eh masnya pinter masa yaa, tapi dapurnya jelek dan kotor” katanya lalu membibimbingku ke bagian
belakang rumahnya.
Aku berpapasan dengan Nani yang berbalut handuk masuk dari belakang rumah. Dia malu-malu menundukkan
muka , langsung masuk kamar. Aku meminta 3 bungkus indomi untuk digoreng.
“Sini mas kita saja yang goreng,” kata bu karta.
Orang di Indramayu ini menyebut kita untuk aku.
Setelah mi di goreng aku minta dia merebus air dan pinjem mangkuk untuk mencampur air dengan tepung
sagu.“ Segini cukup gak mas airnya.
“Kurangi dikit mbak.”
Setelah air menggelegak aku masukkan air campuran dengan kanji dan bumbu mi instannya. Setelah
mendidih dan kuah agak mengental kuminta dipindahkan ke tempat lain. Sekarang makanannya sudah siap.
Mas kita cuma punya nasi ama ikan asin. Lalu kami pun mengelilingi meja makan yang posisinya
ditempelkan ke tembok dengan 4 kursi. Aku duduk di tengah, disamping ku Nani, dan di kiriku Bu karta.
“Wah enak mi-nya mas, masnya pinter masak juga ya,”
“Ini namanya ifumi, tapi sebenarnya bumbunya lebih lengkap dari ini ada sayur, ada bakso, baso ikan,
dan udang segala, tapi karena adanya ini ya begini aja lah,” kata ku .
“Enak ya mak, kita jadi pengin nambah mi nya lagi,” kata Nani yang makan sambil duduk kakinya diangkat
satu (metingkrang).
“Mas itu ada tempe mau diapain, biar kita yang ngerjain,” kata mak Karta.
“Digoreng aja biasa mbak,” kata ku.
Dia lalu menghilang ke belakang tinggal aku dan Nani di ruang yang rada gelap. Kami ngobrol dan aku
mengorek banyak informasi. Katanya dia sudah ditawari kerja ke Jakarta, Tapi maknya belum ngasih
karena sendirian di rumah. Gak terasa sudah jam 4 sore, cuaca mulai teduh.
“ E mas-e mau mandi kan, ayu bareng kita ke belakang saya unjukin tempatnya.” kata mak Karta.
Aku segera mengorek isi tas ku mengambil sabun cair, handuk dan celana pendek serta kaus oblong, juga
sikat gigi.
Maknya Nani juga kelihatannya bawa perlengkapan mandi nani juga. Mereka masing masing menjinjing ember
kecil. Mereka mau mandi juga nampaknya.
Kami sampai di halaman belakang yang jaraknya sekitar 10 m dari rumah ditengh kebun singkong. Di situ
hanya ada ponpa tangan dan ember yang lebar. Tidak ada dinding, sehingga sama sekali terbuka.
Aku melihat ke sekeliling, tidak ada bangunan apa pun . Ternyata kamar mandinya ya di pompa itu. Di
situ hanya ada dua tonggak yang dihubungkan dengan kawat. Maksudnya mungkin untuk jemuran. Mereka
berdua lalu melampirkan handuk, dan baju-baju mereka.
Kulihat mereka gak bawa sarung, aku jadi mikir nih mereka mandinya gimana. Aku diam aja sambil pura-
pura terlihat biasa sambil menyampirkan baju-bajuku dan membuka semua pakaianku kecuali celanda dalam
yang memang bentuknya boxer.
Si mak giat sekali memompa. Aku segera mengambil alih memompa. Astaga mereka berdua membuka semua
bajunya sampai telanjang bulat di depan ku lalu jongkok di pinggir ember.
Dengan gayung bekas kaleng susu mereka membasahi semua badannya lalu menyabuni tubuhnya Aku terus
memompa sambil pura-pura cuek, padahal dedeku mulai mengembang.
“Udah itu mas air juga udah penuh masnya juga mandi sini, kata si mak,”
Aku tidak mau kalah dengan aksi mereka, Aku berbalik dan segera melepaskan celana dalam, dan
kugantungkan dengan bajuku. Kututup burungku lalu aku jongkok berhadapan dengan mereka. Pembatas kami
hanya ember.
“Wah masnya gak biasa mandi di kampung jadi masih malu ya mas,” kata Mak karta.
Aku hanya nyengir,
“Ah nggak mbak, Cuma burungku susah diatur,” kataku berkilah.
Mas nya gak biasa sih jadi burungnya kaget kali,” kata bu Karta.
Ibu nya si Nani ini tampak makin cantik ketika semua rambutnya dibasahi. Toketnya cukup montok mungkin
ukuran 38 , perutnya agak gendut sedikit, tapi masih bisa digolongkan ramping untuk seumuran dia,
pantanya buset gede banget, begitu juga pahanya. Badannya putih mulus pula.
Nani badan gadis remaja Teteknya masih mancung menantang dengan putting kecil yang belum berkembang,
jembutnya masih jarang sekali, berbeda sama jembut ibunya. Karena mereka cuek, aku juga cuek aja,
meski pun barangku ngacung terus. Ah normal aja pikir ku, laki-laki dekat perempuan telanjang pula
pastilah on.
“Gitu dong mas jangan malu-malu,” Komentar ibunya sambil dia mengambil semacam sabut untuk
menggosokkan badannya. Aku diberinya satu sabut yang kuperhatikan bentukunya bulat panjang seperti
gambas atau oyong.
Aku tenang saja menggosok badan ku sambil berdiri dan mereka berdua juga akhirnya berdiri sih. Mas
sini aku gosok punggungnya dan mas gosok punggunya Nani. Kami pun lalu berbaris saling menggosok.
Mulanya aku menggosok punggung Nani, Tapi lama-lama tangan ku gak tertahan meremas pula tetek si Nani.
Tapi dia diem aja. Si Ibu masih terus menggosok, tapi tidak hanya punggung juga sampai ke kaki-kaki
pula Eh lama-lama naik sampai ke dekat dede ku.
Di bagian vital itu disabuninya pula tapi gak pake sabut. Aku jadi menggelinjang gak karuan. Eh dia
malah lama sekali berputar-putar menyabuni dedeku. Aku jadi gelap mata kutarik si Nani lalu kucium.
Nani membalas. Aku udah kehilangan akal, sampai gak terasa kalau dedeku dibasuh air. Tapi aduh
ternyata burungku dilomot sama si ibu. Buset kok jadi orgi di kebun singkong gini.
Aku tidak bertahan lama segera muncrat di dalam mulut si ibu. Dia buang air mani ku. Aku segera
menempelkan barang ku ke pantat si nani yang kupeluk dari belakang sementera tanganku sudah dari tadi
mengorek-korek itil si Nani sampai dia muncak juga nampaknya. Aku kemudian berbalik ke si emak dan
kurangkul dia lalu kucium mulutnya. Dia membalas dengan ganas.
Tangan ku tak hanya meremas teteknya yang super toge, tapi juga mulai mengelus-elus mekinya. Aku mau
balas dendam. Perlahan-lahan kujilati tubuhnya kebawah sampai akhirnya aku berlutut dan di depanku
terpampang mem3k berjembut lebat.
Lidahku mencari sendiri belahan mem3k sambil tanganku menyibak hutan rimba. Mem3knya tidak ada baunya,
malah cenderung bau sabun. Mulutku kubekap ke mem3knya dan kaki kirinya kupanggul dipundakku.
Si emak berpegangan ke tiang sambil mendesis-desis. Gak sampai 2 menit dia sudah muncak dan sambil
mengerang. Barangku jadi keras lagi aku segera berdiri dan kusuruh si emak membungkuk dengan sekali
tusuk masuklah si dede ke meki emaknya dari belakang.
Aku sungguh terpesona dengan pemandangan pantat yang demikian besar membulat aku tabrak-tabakkan badan
ku ke pantat si emak dan si emak mengimbanginya dengan mendesis-desis.
Nani yang jongkok sambil mengguyur badannya memperhatikan kelakuan kami. Kupanggil dia agar mendekat.
Nani menurut lalu aku sambil memompa emaknya aku gerayangi badannya. Sekitar 5 menit si emak sudah
bilang
“udah-udah mas ampun mas saya lemes banget,” katanya setelah dia meregang puncak orgasme.
Sementara aku masih nanggung.Kini nani ku minta nungging dan segera dedeku kuarahkan ke mem3knya dari
belakang. Beda banget mem3k sianak dengan si Mak, Si Emak tadi mudah sekali mencoblosnya. Kalau sianak
pake rada dituntun baru bisa pelan-pelan masuk.
Aku kembali memompa dan karena ketatnya liang nani aku tidak mampu bertahan lama baru sekitar 5 menit
aku sudah merasa akan meledakkan lahar. Kucabut dari meki si Nani lalu ku tembakkan ke udara bebas.
Si emak lagi di duduk dilantai lemes.
“Si emas jago banget maennya,” kata emak.
Kami lalu menuntaskan mandi dan segera kemlai ke rumah. Kami jadi makin akrab dan aku segera dibawanya
masuk ke ruang tidur. Kamar tidur itu adalah satu-satunya kamar tidur di rumah itu.
Di situ terbentang 2 kasur yang didempetkan namun dengan dua sprei yang berbeda corak. Aku disuruhnya
istirahat tiduran. Dan mereka berdua juga ikut tidur mengapit aku.
Si emak ini agresif sekali. Kalau bicara sebentar-sebentar nyium pipiku.
“Aku gemes sama si emas abis cakep sih,” katanya.
Karena matahari masih mencorong dan kami di dalam kamar yang tidak berventilasi, dengan birahi tinggi
maka badanku cepat sekali berkuah alias berkeringat.
“Panas banget boleh gak kita buka baju,“ kata ku menyebut diriku dengan kita menyesuaikan bahasa
mereka.
Tanpa menunggu jawaban dari mereka aku segera bangkit dan melepas tidak hanya baju tetapi semua busana
ku sampai aku telanjang bulat.
“Kok dibuka semuanya,” kata si Nani.
“Abis panas, lagian kan tadi udah pada liat di sumur, jadi malunya udah ilang,” kata ku.
“Idih,” kata Nani.
Aku kembali mengambil posisi di antara mereka dan diam saja tidak bereaksi. Si emak langsung meremas
tol ku sambil menciumi pipiku.
Kelihatannya dia menginstruksikan anaknya untuk juga menciumiku dari sisi lain. Nani gerakannya masih
canggung, tapi aku diam saja. Emaknya bangkit sambil duduk mengintrusikan anaknya untuk menciumi
seluruh badan ku.
Aku protes agar mereka juga telanjang sehingga kita bertiga sama posisinya. Emaknya lalu berdiri
membuka semua bajunya dan dia juga menyuruh anaknya untuk membuka semua bajunya juga..
Si emak kembali mengajari anaknya bagaimana caranya menyenangkan laki-laki, sampai akhirnya anaknya
disuruh ngemut tool-ku.
“Jangan sampai kena giginya, nanti masnya ngrasa sakit. Mulanya si Nani agak ragu. Tapi kemudian
ibunya memberi contoh dengan cara mempraktekkannya langsung lengkap menjilat kedua kantong zakarku
sampai ke lubang matahari
Aku yang menjadi bahan praktikum, mengelinjang-gelinjang nikmat. Nani tampaknya berbakat, karena dalam
waktu relatif singkat dia sudah menguasi ilmu oral-mengoral. Setelah sekitar 10 menit kutarik tubuhnya
ke atas lalu kusuruh dia duduk di dadaku kusuruh maju sedikit sampai mekinya tepat jangkauan lidahku.
Kukuak mem3knya yang masih gundul dan baru berambut sedikit. Benjolan kecil nampak menonjol di ujung
atas bibir dalamnya. Itu tanda dia sudah cukup terangsang, Segera lidahku menggapai clitoris sambil
kedua tanganku menahan pinggulnya yang kalau kulepas gerakannya terlalu liar.
Nani mendesis sambil mengerang. Dia kelihatannya lebih rame dari pada ibunya. Ibunya yang dari tadi
duduk saja memperhatikan permainan kami tiba-tiba bangkit. Aku tidak bisa jelas melihatnya, tapi aku
merasa dia duduk mengangkangi badanku sambil menuntun tool ku yang lagi siaga ke dalam mekinya.
Blebesss, masuk semua barang ku kedalam mekinya dan dia segera memaju mundurkan pinggulnya. Toolku
seperti diulek atau dikacau (stir). Kosentrasiku jadi terbelah. Tapi aku berusaha memuatkan serangan
lidahku secara konstan di ujung clitoris si Nani. Nani makin hot terlihat dari gerakannya yang melawan
tahanan tanganku.
Aku semakin keras menahan pinggul nani agar dia tidak menggelinjang terlalu liar. Akhirnya Nani sampai
dan dia menjerit.
Aku lalu membenamkan mulutku di meki nani. Ibunya nampaknya terpengaruh dengan teriakan Nani sehingga
dia pun lalu mempercepat gerakkannya dan semakin liar sampai akhirnya dia juga berhenti dengan liang
vaginanya berkedut. Dia memeluk anaknya.
Keduanya aku minta tidur telentang untuk istirahat. Aku mengambil alih dengan mencolokkan jari tengah
kanan ke Nani dan jari tengah kiri ke emaknya. Aku meraba titik G spot mereka. Keduanya akhirnya
teraba.
Lalu ku usap halus. Mereka mulai bereaksi dan pinggulnya di gerakkan gak beraturan, kadang maju mundur
kadang kiri-kanan, sampai tiba-tiba Nani teriak sekencang-kencangnya gak sampai semenit Emaknya juga
ikut teriak panjang.
Mereka berdua seperti orang tak berdaya lemas dan pasrah. Aku segera mengambil alih untuk memuaskan
diriku. Pertama kupilih meki emaknya, kugenjot sampai sekitar 10 menit, kemudian aku pindah ke nani
dan kugenjot terus sampai akhirnya aku memuntahkan lahar putih jauh di dalam meki si Nany.
Kami tertidur bertiga dalam keadaan bugil.
Aku tidak sadar berapa lama tertidur sampai kudengar suara samar-samar emak si nani bangun .dia
mencari lampu untuk dihidupkan, karena seisi rumah itu gelap gulita. Lampu yang dinyalakan adalah
lampu minyak.
Aku pun lalu bangun dan akhirnya kami bertiga dengan obor menuju ke sumur untuk membersihkan diri. Aku
merasa kayak punya dua istri dua di kampung ini. Tapi uniknya kedua istri itu anak dan ibu. Keduanya
berlaku manja sekali dan sering menggelendot.
“Mas tempenya udah digoreng, mau dimasak apaan” kata si emak.
”Diulek pake 1 siung besar bawang putih dan cabe rawit ijo, tapi cabe dan bawangnya diulek dulu sama
garam, jangan terlalu alus baru tempenya di teken-teken ke sambelnya,” kata ku.
Dengan lauk tempe itu kami bertiga makan malam dengan lahapnya. “Enak banget ya padahal Cuma gitu aja
bikinnya, “ kata si emak.
Selesai makan kami duduk di beranda rumahnya sambil aku dibuatkan kopi dan singkong rebus. Kami
ngobrol sampai sjam 11 malam. Lalu kembali masuk rumah dan menutup pintu. Kami bertiga kembali
berbaring dan aku selalu ditempatkan diantara mereka berdua.
Kami malam itu bertempur lagi sampai jam 2. Sampai akhirnya bangun agak kesiangan. Jam 7 baru kami
terjaga dari tidur nyenak. Lalu kami buru-buru berkemas dan kembali ke sumur untuk membersihkan diri.
Di sumur tidak terjadi insiden.
Jam 10 si Heri datang untuk menjemput aku. Si emak minta agar aku memperpanjang waktu dan minta Heri
datang besok lagi.

Jovetic Bicara Soal Rumor Candreva dan Icardi



Eugene - Inter Milan kerap dikaitkan dengan transfer Antonio Candreva dan kepergian Mauro Icardi. Penyerang Inter, Stevan Jovetic, berkomentar mengenai dua rumor itu.

Inter belakangan ini disebut akan mendatangkan Candreva dari Lazio. Pemain berusia 29 tahun itu bahkan disebut rela memangkas gajinya sebesar 500 ribu euro agar bisa bergabung dengan Inter.

Sementara itu, Icardi disebut akan hengkang ke Napoli. Tapi, harga tinggi lantas dipatok Inter. Nominal 60 juta euro disebut menjadi harga yang harus ditebus Partenopei kalau ingin mendatangkan Icardi.

Jovetic bilang akan menyambut dengan hangat kalau Candreva akhirnya datang. Sembari itu, dia juga sangat berharap Icardi bertahan.

"Bursa transfer? saya tak terlalu khawatir mengenai hal itu," kata Jovetic di Premium Sport.

"Tentu saja bahkan Barcelona sekalipun menggunakan bursa transfer untuk menjadi tim terkuat di dunia dan kami juga harus melakukan suatu hal."

"Saya menyukai Candreva, dia kuat tapi saya hanya bisa fokus pada diri saya sendiri."

"Mauro Icardi? Saya jelas menyayangkan melihat kalau melihat dia pergi karena dia pemain hebat. Saya sudah melihat dia dalam tenang dalam beberapa hari terakhir. Jadi, saya tak tahu apa yang terjadi. Saya berharap dia bertahan bersama kami," imbuhnya.

Penyanyi Mike Mohede Meninggal Dunia



Jakarta - Dunia musik Tanah Air kembali kehilangan salah satu talenta terbaiknya. Mike Mohede meninggal dunia pada usia 32 tahun, Minggu (31/7).

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikHOT, Mike meninggal karena serangan jantung. Saat ini jenazahnya berada di Rumah Sakit Bintaro. 

Beberapa teman musisi Mike semasa perjuangan di salah satu ajang pencarian bakat bermusik, Judika, turut menyampaikan berita duka itu lewat media sosial. Begitu juga dengan musisi lain yang pernah bekerjasama dengannya.

"Ya Tuhan..ga percaya dapet kabar sahabatku mike mohede meninggal..Tuhan kasih kekuatan buat mamanya mike dan keluarga besar yang ditinggalkan..Rip brader.." kicau Judika 10 menit lalu.

"I feel honored to sing with you at #RaisaKonser. thanks @MikeMohede , for your great voice and talent. i will miss you. #RIPMikeMohede," tulis Raisa.


Conrad Murray : Michael Jackson Pernah Diperkosa Sewaktu Masih Kecil.

www.bolapelangi.info


Satu persatu rahasia Michael Jackson di masa lalu terus terungkap. Adalah Conrad Murray, mantan dokter yang merawat King Of Pop itu yang membocorkan seluruh rahasia tersebut. Setelah mengungkapkan Michael Jackson terobsesi menikahi gadis berusia 12 tahun, pernah disuntik hormon untuk menunda pubertas agar menjaga suaranya tetap tinggi dan kehidupan malam Michael Jackson.
Kali ini, Murray mengungkapkan fakta yang tak kalah menghebohkan: Michael Jackson pernah diperkosa sewaktu masih kecil. Lewat buku “This Is It: Laying Bare Grim Details From the King of Pop’s Life“, Murray secara gamblang menceritakan kisah-kisah tragis pelantun hits Heal The World itu. “Anda tahu, Dr. Conrad. Aku adalah korban sodomi,” pengakuan Michael Jackson yang ditulis Murray di dalam bukunya.
“Itu adalah adalah salah satu rahasia Michael yang tak pernah diceritakan kepada orang lain, kecuali kepada saya,” kata Murray. Murray juga menceritakan bagaimana perasaan Michael Jackson menjadi korban perkosaan. “Semua orang berbicara tentang saya dipukuli oleh ayah saya, bagaimana saya dijuluki sebagai anak yang jelek. Saya setuju semua itu.
Karena saya yakin banyak anak-anak yang mengalaminya juga di keluarganya. Tapi, mereka tidak disodomi. Itu sangat menakutkan,” kata Michael Jackson di dalam buku This Is It. Murray juga mengungkapkan alasan Michael Jackson mengubah penampilan fisiknya lewat operasi plastik. Itu karena trauma masa kecilnya. “Aku tak tahan melihat diri saya di cermin. Jadi saya harus mengubah penampilanan saya.
Karena saya pikir dengan mengubah penampilan bisa melupakan masa lalu saya. Tapi, nyatanya saya tidak melupakan apapun,” kata Michael Jackson lagi. Belum jelas alasan Dr. Conrad Murray mengungkapkan rahasia-rahasia Michael Jackson. Dia hanya mengatakan apa yang ditulis dibukunya itu adalah sebuah memoar untuk mengenang dan menghormati sang superstar yang telah tiada.(Hollywood Life, 28/7)

Murka De Laurentiis pada Higuain

www.bolapelapngi.info


Napoli - Aurelio De Laurentiis membantah sekaligus mempertanyakan pernyataan Gonzalo Higuain soal relasi mereka berdua. Presiden Napoli itu menyebut Higuain tak punya rasa hormat.

Kepergian Higuain ke Juventus bukan cuma membuat tifosi Napoli berang. Presiden Partenopei, Aurelio De Laurentiis, juga ikut berkomentar dengan menyebut striker asal Argentina itu sebagai seorang pengkhianat.

Saat diperkenalkan sebagai pemain Juventus beberapa hari lalu Higuain melontarkan komentar balasan yang menohok dengan menyebut dirinya tak punya hubungan yang baik dengan De Laurentiis. Mantan penggawa Real Madrid itu juga mengatakan kalau De Laurentiis adalah salah satu alasan dia pergi.

Saling lempar komentar itu belum berhenti. Yang terbaru, De Laurentiis kembali membalas menyerang mantan pemainnya itu. Melalui situs resmi Napoli dia curhat cukup panjang soal hubungannya dengan Higuain dan kritikan terhadap agen si pemain yang disebutnya hanya mengejar uang saja.

Berikut pernyataan De Laurentiis yang termuat di situs Napoli, dan dikutip dari FourFourTwo

Saya membaca pernyataan Gonzalo Higuain saat dia diperkenalkan di konferensi pers di Juventus. Dan saya ingin berkomentar, pada bagian setelah dia bilang Juventus adalah keluarga yang besar dan dia senang memakai seragam mereka, dia mengklaim kalau alasan utama dia bergabung dengan klub itu adalah saya. 

Saya berpikir panjang apakah kata-kata itu layak dibalas, karena semua orang tahu dengan jelas apa yang terjadi. Lalu saya memutuskan untuk mengatakan sesuatu, supaya tidak dilupakan di masa depan. Ini jawaban saya:

1. Jika Tuan Gonzalo Gerardo Higuain terganggu dengan keberadaan saya, dia butuh waktu yang sangat lama untuk mulai merasakan itu, kecuali dia adalah pembohong atau seorang aktor ulung. Saya ingin menegaskan bagian itu, karena saya tahu hal-hal soal aktor.

2. Kami menghabiskan banyak waktu bersama, bahkan belakangan ini. Contohnya adalah sepanjang hari yang kami habiskan di Komite Disiplin di Roma pada 15 April untuk meminta keringanan hukuman larangan bertanding empat kali saat menjalani balapan seru menuju Scudetto. Saya yakinkan Anda kalau Gonzalo sangat tenang dan tidak menunjukkan sikap tidak suka pada saya, banyak orang di sana yang bisa memberikan kesaksian.

3. Entah kenapa agennya tidak pernah bersabar pada beberapa kali kami bertemu membahas kontrak baru? Apakah mereka sudah sangat tidak punya toleransi pada saya sehingga membuat mereka tidak mau membicarakan uang, uang dalam jumlah banyak, dengan ketersediaan dan saling pemahaman.

4. Bukankah agennya merasa malu untuk mengatakan tim tempatnya bermain dan telah membantunya mencetak 38 gol tidak cukup untuk jadi penantang? Bukankah dia harusnya malu untuk mengatakan rekan setim Gonzalo adalah sampah, padahal Napoli merupakan tim di Italia dengan penciptaan peluang terbanyak, sesuatu yang sangat penting terkait jumlah golnya yang sangat banyak.

5. Mencoba menjelaskan kalau itu adalah kesalahan saya adalah tindakan yang tidak memiliki rasa hormat tinggi pada Neopolitans (warga Napoli). Jika Higuain membaca sejarah Napoli, dia akan tahu kalau kota ini adalah satu-satunya yang berhasil memukul mundur tentara Nazi sebelum kedatangan orang-orang Amerika, yang menemukan kota ini sudah terbebas saat mereka memasukinya. Anda bisa mengkhianati orang-orang ini jika Anda tidak punya malu, tapi Anda tidak bisa mengambil harga diri mereka.

Diperkosa 2 Pria

www.bolapelangi.info


Minggu minggu ini banyak terjadi kemalingan masuk keperumahan yang kami tempati, karena was was kalau terjadi kemalingan yang sebelum belumnya maka komplek perumahan mengadakan ronda malam atau menyewa penjaga malam, kebetulan ada 2 dua yang kosong katanya sering dotempati sebagai tempat persembunyian perampok.

Malam itu aku terkena influenza berat karena kehujanan sepanjang siang.
“Aku masih menyiapkan makanan untuk penjaga malam, mas….!!”, kata istriku yang berpostur tubuh mungil dengan tinggi 155 cm, berwajah menarik seperti bintang Film Mandarin, meskipun kulitnya agak sawo matang dengan rambut pendek, sehingga tampak lebih muda dari usianya yang menginjak 40 tahun.
Malam itu udara sangat panas sehingga dia hanya memakai daster yang lumayan tipis, sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya, utamanya pantat bahenol nya yang empuk itu yang bergoyang saat berjalan.
Walaupun perutnya tidak ramping lagi, karena sudah dua kali mengandung dan model dasternya berkancing di depan sehingga payudara biarpun tidak besar, tapi padat berisi, yang berukuran 34C agak tersembul dan kedua puting susu nya tampak menonjol dari balik dasternya karena memang dia kalau dirumah hanya memakai camisole tipis saja.
“Sudah pukul sepuluh kok belum datang, ya ..!”, dia bergumam sendiri karena mengira aku sudah tertidur.
Beberapa saat kemudian kudengar dua orang bercakap-cakap di luar dan mengetuk pintu rumah pelan. Istriku yang rebahan di sampingkupun bangkit dan entah tersadar atau tidak istriku membetulkan rambutnya dan memoles bibirnya sehingga bibirnya semakin merah.
“Lho ????”, gumannya pelan ketika tersadar dia memoles bibirnya, tapi karena penjaga malam itu terus mengetuk pintu, dia pun tak jadi membersihkan bibirnya yang merah merangsang itu.
“Malam, Bu Yati…!”, terdengar suara seseorang dan aku mengerti kalau suara itu adalah Pak Deran dan istriku sudah dikenal oleh dua orang petugas jaga tersebut karena sering istriku pulang malam seusai mengajar di kampusnya.
“Masuk dulu Pak Deran..!”, terdengar istriku mempersilahkan penjaga malam itu masuk, sementara kudengar bunyi halilintar yang cukup keras dan hujan tiba-tiba turun dengan derasnya.
“Wah hujan ? saya sama Pak Towadi, Bu Yati..!” katanya.
“Nggak apa-apa,… masuk saja … lagian hujan deras, pak….!” kata istriku.
“Selamat malam, Bu Yati..!” kudengar Pak Towadi memberi salam pada istriku.
“Sebentar tak buatkan kopi ..!” kata istriku, kemudian kudengar istriku berjalan menuju dapur di belakang rumah.
“Di, lihat kamu ngga?!” terdengar suara bisikan Pak Deran,
“Kamu kacau, Ran?!” balasan suara bisikan Pak Towadi.
“Kamu lihat, enggak..?” suara Pak Deran lagi,
“Iya, Ran muncul…., kayak penghapus ?” kata Pak Towadi,
Rupanya mereka berbisik-bisik mengenai puting susu istriku yang menonjol di balik dasternya, karena malam itu istriku hanya mengenakan camisole di balik dasternya.
“Pantatnya bahenol, lagi….,” lanjut bisikan Pak Deran,
“Hus istri orang itu, Ran..!” kata Pak Towadi,
“Eeh, ini malam Jum’at, kan..? Pas kuat-kuatnya ilmuku hi hi?!!!” kudengar Pak Deran tertawa ditahan pelan,
“Dicoba aja.., yok…, siapa tahu Bu Yati mau…!” kata Pak Deran.
Kuingat Pak Towadi orangnya hitam agak tinggi dengan badan kekar dan Pak Deran orangnya tambun pendek, keduanya berumur 50 tahunan lebih, aku bergidik juga mendengar perkataan mereka mengenai istriku tadi.
Mereka penduduk asli daerah itu, terkenal sangat doyan dengan perempuan, bahkan mereka pernah bercerita saat aku jaga malam, kalau pernah membuat pedagang jamu yang bertubuh bahenol, yang sering keliling dua minggu sekali di daerah tempat tinggalku.
Pernah dibuat hampir tak dapat berjalan karena digilir mereka berdua, dimana saat itu pedagang jamu itu masih perawan dan sampai saat bercerita malam itu, pedagang jamu itu masih sering meminta kepada mereka berdua untuk menggilirnya.
Biarpun sekarang sudah bersuami, katanya tak pernah puas dengan suaminya yang masih muda, bahkan pedagang jamu itu pernah meminta mereka berdua datang ke rumahnya.
“Kalau sudah kena punya kami, pak, …. Waahhh…perempuan pasti malas dengan suaminya dan?..suaminya tak berkutik kalau kami ada, dan membiarkan kami tidur bersama istrinya dalam satu kamar bersama suaminya”, kata Pak Deran terkekeh kekeh malam itu.
Kemudian kudengar suara bisikan mereka lagi….. “Kamu jangan ngaco, Ran.
Sudah nanti kelewatan?!” kata Pak Towadi
“Keris pusakaku.. ku bawa.. Di…. Ini ..he he he ?!” kata Pak Deran,
“kamu jangan, gitu Ran…, orangnya lagian baik…, kasihan suaminya nanti, pinginnya sama kamu aja nanti .. !!” suara Pak Kardi lagi.
Karena perasaanku nggak enak akhirnya kuputuskan untuk keluar dan mereka berdua terlihat kaget melihatku, tapi Pak Deran yang membawa keris langsung mencabut kerisnya dan langsung mengarahkan kerisnya padaku dan tiba-tiba gelap menyelimutiku.
Kemudian aku terjaga dan kudapati diriku di tempat tidur kembali, kutoleh pintu kamarku dan kusen kamar dan lantai pintu kulihat seperti membara.
“Eeeecch ?….eeeeccchhh. …eeeeecccchhhh …..!!!! ”
Kudengar desis istriku dan akupun turun, tubuhku terasa lemas sehingga aku merangkak mendekati pintu kamar dan…… seperti terkena listrik beribu ribu volt saat tanganku memegang kunci kamarku hingga aku tersengkur makin lemas seperti karung bersimpuh di depan pintu kamar yang sedikit terbuka itu.
Aku tak percaya melihat di ruang tamu dari pintu kamar yang terbuka sedikit itu, kulihat istriku berdiri di depan Pak Deran yang membawa selongsong keris sebesar batang kemaluan orang dewasa lebih besar dari lampu TL 40 watt yang ujungnya di arahkan kepada istriku yang berdiri.
Sedangkan tangan yang satunya seolah memelintir di ujung lainnya yang berbentuk huruf U memanjang itu. Kedua tangan Pak Deran kini memegang pangkal keris yang melengkung itu dan kedua jarinya memelintir ujung nya dan kulihat istriku yang berdiri, tubuhnya bergetas dan kembali mendesis
“Heeeggghhh ?..oooooohhhhhhh. ……ooooooohhh hhhhh…. ..!!!!!” Pak Deran bukan lagi seperti memelintir tapi menarik narik kedua ujung keris berbentuk U itu dan terlihat istriku membusungkan dadanya seperti kedua puting susu nya tertarik ke depan.
“Mmm heeeggggh ?..aaaaaaa… .aaaaduuuuuhhhhh h……!! !!!” istriku mendesis panjang dan Pak Deran langsung mengulum salah satu ujung U itu dan …. “Paaak ?.paaakkkk… .jaa…jaaangaaa annnnn ?.paaakkkkk.. ….!!!!! ” suara desis istriku memelas dan tangan kanan istriku secara refleks memegang payudara kanannya, istriku mendesis-desis kembali….. “Ummmppff?. Paakkkk….. jaaa….jaaaaang aaaannnn ? paaaakkkk ?..!!!!” istriku mendesis.
Tangan kanan Pak Deran memelintir ujung satunya dan istriku pun memegang kedua payudaranya kembali yang masih terbungkus daster dan camisole nya itu.
“EEecccchhhhhhhgggg hhhhh ??!!!!!!!” istriku mendesah lagi saat Pak Deran memutar selongsong kerisnya sehingga pangkal keris berbentuk U itu berdiri.
Sementara jari-jari tangan kanannya mengelus-elus pinggiran lubang keris itu dan kulihat pantat bahenol istriku pun bergetar dengan hebat. Pak Deran semakin cepat mengelus dan bahkan menggosok lubang keris itu dan istriku pun mengerang-erang
“Paaakk ? paaakkk….suuu. ..suuuuddaaaaahh ? paaakkk ?jangaaan diteruuuuskaaaaan ?.eeeecchghghghghghg h ??.!!!!!”, sementara pantatnya pun bergetar hebat dan kedua tangan istriku memegang pantat bahenol nya yang bergetar hebat saat Pak Deran menjilati lubang keris itu dan pantat bahenol istriku meliuk liuk tak karuan.
Kedua tangannya meramas pantat bahenol nya sendiri yang mulai maju mundur saat Pak Deran menyedot nyedot lubang keris itu dan bahkan lidah Pak Deran menjilati lubang itu dan…..
“Mmmppfffhhh hghghghgghghg ?.” istriku semakin keras mendesis desis, selangkangan nya terangkat angkat dan mendekati ujung selongsong keris ysng tengah disedot sedot dan dijilati lubangnya oleh Pak Deran.
`Paaaak ? sudddaaaah ngngngngngngng hhhheeeghghghghgh??!!!” istriku mendesis kedua matanya tertutup dan selangkangan nya tertarik ke depan hingga selangkangan nya kini mengesek ngesek sarung keris itu.
“Suudddaaaaah paaaak jangaaaaan sudaaah eeeeechghghghg ?.!!!!” istriku terus mendesis desis. Kemudian Pak Deran menghentikan aksinya.
“Diii… , elus lubang kerisku ?!!!” kata Pak Deran kepada Pak Towadi yang dari tadi bengong, sementara di pangkal selangkangan nya sudah menggelembung menunjukkan batang kemaluan nya sudah berdiri tegang.
Pak Towadi langsung mengelus lubang keris Pak Deran dan kembali…. “Eeeeee….. eeeeee… .eeeeehhhhh. ….eeeecccchhhg hghghg?..! !!!!” istriku mendesis.
“Enak Bu Yati….?” tanya Pak Deran yang berdiri dihadapannya dan selangkangan istriku masih menempel di sarung keris itu.
Istriku ngga menjawab, diam saja……
“Ooooo.. kurang enak rupanya?!!!” kata Pak Deran kemudian…. .. “Jaaa….jaaaangaaa nnnn….. , paaakkkk…. ..!!!!” rintih istriku memelas,
“Singkap dastermu, Buuuu……! !!!” perintahnya.
“Paaak …..oooohhhhhh. …jaaa.. ..jaaangaaannn ….paakkkk. …..!!!! ” istriku menghiba. “Ayooo .. nggak usah malu Buuu…. atau biar dia yang mencari jalannya sendiri?!” kata Pak Deran.
Seperti diperintah sarung keris itupun menempel di selangkangan istriku saat Pak Deran melepasnya dan….
“Paak ….jaaa…jaaangaa nnnn…paaaakkkk ?.!!!!” desis istriku saat sarung itu mulai menggosok selangkangannya kembali, sehingga pantatnya pun bergetar kembali.
“Dii ?malam ini kita nonton dulu ? biar Mbah Gandul yang nyebokin Bu Yati, malam ini punya dia?lihat Dii ? Bu Yati menaikkan dasternya ? rupanya dia sudah kebelet….” Kulihat istriku mendesis-desis dan mengelinjang, sementara kedua tangannya memegang pantat nya sendiri dan menarik ke atas dasternya pelan-pelan, sehingga mulai tersingkap paha mulusnya.
Semakin lama pantatnya semakin bergetar cepat dan selangkangannya maju mundur oleh gosokan sarung keris yang di sebut Pak Deran, Mbah Gandul itu.
Begitu dasternya tersingkap sampai pangkal pahanya, Mbah Gandul langsung menyusup ke selangkangan istriku dan ….. “Mmmmmmpppfff ..eeecchhhh ?..bessaaaar ??oooooohhhhhh. ….!!!” desis panjang istriku.
“Sudah, Di , kita keluar biar Bu Yati malam ini milik Mbah Gandul?!!!” kata Pa Deran.
“Bu Yati, titip Mbah Gandul yaa, selamat menikmati, besok baru kami,… Oh… ya…., besok kan ibu pulang malam?.nggak usah pake BH dan celana dalam ya kalau pulang, nanti dibungkus dan serahkan ke saya di pos kalau pulang? biar lebih enak ?he he he….!!! ” kata Pak Deran sambil meremas payudara istriku yang berdiri tak berkutik dengan kedua kakinya yang terkangkang. Merekapun keluar meninggalkan istriku yang terbengong.
“Mmmpppff ….oooohhhhh. …beee.. ..besaaar ?aaamaaatttt. …!!!!” rintihnya saat kedua orang itu telah pergi. Istriku pun berusaha duduk di kursi panjang dan rupanya dia berusaha menarik sarung keris itu keluar tapi…..
“Mbaaaah uummppfff oooooohhh… aaammmmpuuunnn. ..mmmbaaaahhh. …. ?..!!!” istriku mendesis keras.
“ooocch masuukkk ke daalaaam eeeccchh gilaaa uummpppfff heeecchhh gilaaa ?uuuccch geliiii aaaccch koook giniiii rasanyaaaaa uumppppccchh ennnnaaaaakkkkckccc hhhh??!!!” dan kulihat istriku mencengkeram erat sandaran kursi dan pantat nya bergetar keras maju mundur di tempat duduknya dan goyangan pantatnya semakin kencang, sementara keringatnya memebanjir dan nafasnya terengah engah
“Eccchhhghghghg mbaaaaah Gaaanduuull ?. akuuuu keluaaaaar ?.!!!” istriku mengerang saat mencapai orgasme malam itu.
Tubuhnya tersungkur miring di kursi panjang dan beberapa saat kemudian kaki nya terkangkang lebar dan tubuhnya bertumpu di kedua tangannya melihat selangkangan nya yang digarap Mbah Gandul kembali itu. Kembali pantatnya bergoyang sementara mulutnya mendesis-desis kenikmatan dan nafasnya memburu keras dan….
“Mbaaah…mmmbbaahh hhh…… ..aaaa… aaaakkuuuuu. .keee…keeeelua aaar lagiiiii ?.!!!!” dia mengerang saat mencapai orgasme keduanya dan pantat nya tersentak-sentak. Kemudian dia duduk kembali dan berusaha berdiri dan berjalan menuju kamar, akupun cepat-cepat rebahan di tempat tidur….
“Mas…maaasss. … bangun,….mass. …!!!!” panggil istriku
“Kamu kelihatanya kok kumal dik, tadi… ku dengar ribut-ribut diluar…..! !!”
“Maas ?!!!!!” kata istriku tersipu-sipu, sambil memelukku..
Selang seminggu kemudian, kembali Pak Deran dan Pak Towari mendapat giliran tugas jaga Dan seperti kebiasaan yang lalu-lalu, mereka pasti akan mampir kerumahku dengan alasan untuk minum kopi.
Sudah sejak jam 7 malam aku masuk kekamar, dengan pura-pura badan merasa ngga enak. Begitulah kira-kira jam 9 malam, terdengar ketukan pada pintu depan dan terdengar istriku yang masih nonton TV diruang tamu membuka pintu depan dan terdengar suara Pa Towari dan Pak Deran…
“Selamat bu Yati…. apa bapak masih bangun…?”
“Ohh…bapak ngga enak badan dan sudah masuk tidur sejak jam 7 tadi…!!!” terdengar sahutan istriku…..
“Oooo…maaf mengganggu, tapi saya hanya mampir sebentar untuk mengambil kopi saja…!!” “Kalau begitu silakan duduk dulu, saya akan menyediakan kopi didapur…!” sahut istriku lagi, sambil berjalan masuk kedalam.
Sesaat kemudian kudengar suara langkah kaki menyusul istriku kedapur dan…
“Bu Yati, nggak bilang suami ibu kan mengenai kejadian yang lalu…. ?..!!!” terdengar suara Pak Towadi. Tak terdengar suara jawaban dari istriku.
Tak selang kemudian terdengar suara ribut-ribut tertahan dari arah dapur dan…….
“Ooooohhhh.. ..jangan. …Jangaan paak ?!!!!!” terdengar suara menghiba
“Kenapa, Bu Yati…? diam saja bu….ntar juga pasti enak kok….!!!” suara Pa Towari kembali.
“Jangan pak, ampuun paaak ?.!!!” istriku semakin menghiba, kayaknya Pak Towadi semakin mendesaknya, kemudian dengan mengendap-edapa aku turun dari tempat tidur dan mengintip dari celah-celah pintu kamar…. dan….terlihat dengan cepat Pak Towadi melompat dan berdiri diantara kedua kaki istriku yang terkangkang lebar, saat istriku akan mengatupkan kedua kakinya.
“Tutup selambunya, Ran…!!!” kata nya ke Pak Deran, dan Pak Deran langsung menutup selambu dan pintu rumah. “Ayo?emut kontolku Bu Yati..” kata Pak Towadi tiba-tiba sambil mengeluarkan penisnya yang agak kecil lemas tapi panjang berbintil- bintil seperti buah pace mendekati mulut istriku.
“Jaaa….jaaangaann nn paaak?.aaampun paaak ??!!!!” istriku terisak sambil memegang pergelangan tangan Pak Towadi yang menyambak rambutnya dan pantat Pak Towadi maju dan batang kemaluannya yang panjang berbintil-bintil semakin dekat dengan mulut istriku.
“Lepas rambut saya paaak…!!!” isak istriku dan Pak Towadi melepas jambakannya dan istriku membuka mulutnya yang sudah dekat dengan penis Pak Towadi dan istriku mengulum penis berbintil Pak Towadi.
“Sedot Bu Yati ?.wwwuhhh Raan Bu Yati pinter nyedot kontolku ?!!!” kata Pak Towadi ke Pak Deran yang juga mendekati istriku dan “Sudaaah nanti biar Bu Yati sendiri…!! !” katanya, aku tak mengerti maksud kata-kata Pak Deran.
Kemudian Pak Towadi mencabut penis berbintilnya dari mulut istriku dan mendorong istriku untuk duduk dibangku panjang yang ada di dapur, sementara dia duduk di kiri istriku, sedang Pak Deran dikanan istriku.
“Bu Yati? gosok punyakmu sendiri ?!!” kata Pak Deran sambil memegang tangan kanan istriku ke selangkangan nya sendiri.
“Ayooo ?.!!!” kata Pak Deran lirihdan mulailah istriku masturbasi menggosok dan mengocok bibir vaginanya sendiri sampai akhirnya bunyi kecepak terdengar dari selangkangannya. ..
“Itilmu Bu Yati…!!!” kata Pak Deran dan istriku mengerang sendiri saat memepermainkan kelentiitnya.
“Paaak ?!!!!’ istriku mendesis
“Kenapa, Bu Yati…?” tanya Pak Towadi “Paaaak ?.!’ istriku hanya mendesis
“Ran Bu Yati mulai naik niih…. ,!!!” kata Pak Towadi dan Pak Deran pun berdiri dan menuju pintu dan membukanya dan masuk kembali memegang tali dan betapa terkejutnya aku saat Pak Deran menarik Tarzan.
Kontol herdernya yang setia, yang selalu menemani mereka jaga. Istrikupun terkejut sepertiku dan Pak Deran mengunci pintu kembali dan Pak Towadi memegang istriku yang akan lari.
“Diaam ?” bentak Pak Towadi “Jangaan paaak ?..” istriku akan mengatupkan kakinya tapi Pak Deran sudah berdiri di depan istriku dan menahan kaki istriku dan Tarzan.
Langsung menyusup di antara kaki Pak Deran yang menahan kaki istriku dan “Aaaaaauuuuwwwwwww. ……Paaaak ?..!!!!” suara istriku mengerang saat selangkangan nya yang gundul dijilati Tarzan.
Rupanya si Tarzan sudah terlatih merangsang wanita karena istriku memegang pinggang Pak Deran yang berdiri di depan istriku menahan agar kaki istriku tetap terkangkang lebar
“Eeeccch eeh eeeeeecchchh ?..wwwuuucccggghhh paaaaak aaaahhcchhchchc ?”
istriku mengerang ddan mendesis keras karena jilatan Tarzan di selangkangan nya.
“Gimana Ibu Yati? Enak Ibu Yati?” kata Pak Deran terkekeh kekeh
“Paaak ampuuunn adduuuuuuccch aaduuucchh mmmppfsss paaaakkkkzzzzz ? eeh eeh eeeh eh eh?.paakk akuuu wwwwwwuucccch ngngngngngng? ..’ istriku mengerang keras dan memegang erat pinggang Pak Deran sedangkan pantat bahenol terangakt angkat saat orgasme ketiganya malam itu meledak dan Tarzan dengan ganasnya terus merangsang kelentit.
Bibir vagina istriku dan hanya terpaut beberapa menit istriku mengerang kembali saat mencapai orgasmenya yang ke empat dan tubuh istriku pun terjatuh di kursi nafasnya mendengus dengus keringatnya mengalir deras tetapi Tarzan
Kontol herder itu terus merangsang istriku dengan jilatan jilatan mautnya di bibir vagina istriku dan kelentit istriku dan istriku pun mengejang dan mengerang kembali saat oergasmenya ke lima meledak.
Tubuh istriku benar benar lunglai dan Pak Deran membalikkan tubuh istriku yang terkapar di kursi panjang dan menarik kedua kaki istriku yang tertelungkup di lantai dan bertumpu di kedua lututnya sehingga istriku menungging dan Tarzan rupanya sudah siap dan batang kemaluannnya yang merah sudah membesar dan menegang langsung melompat di punggung istriku dan Pak Towadi mengarahkan batang kemaluan Tarzan ke liang vagina istriku
“MMmmppppfffh paaak jangaaaaan akuuu mnmmmn nn nggaaak mauuu mmmmppfffff .
Baca Juga Cerita Sex 
uuuucccch ucccchhh ?!!!!!” istriku mengerang saat batang kemaluan Tarzan menerobos masuk ke liang vagina istriku dan kulihat begitu cepatnya Tarzan mengenjotkan pantatnya sehingga istriku tak lagi dapat mengerang hanya mendesis
“wwwhhh wwwwhhhhhw wwhwhhhwhw ?..!!!!” dan bunyi kecepak-kecepak di selangkangan istriku semakin keras “”wwwwhhhhcchh wwwccchhhh ngngngngng ?.!!!” istriku mengejan saat orgasme dan terus entah sampai orgasme yang keberapa hingga tampaknya istriku hampir pingsan.
Saya sekarang sendirian di ruang elektronik, lampu sudah saya hidupkan kembali, sambil merokok dan menunggu Fanny kembali ke ruang ini, saya termangu-mangu. “Aduh, sekarang dia panggil saya Mas, padahal saya bossnya, belum lagi kalau dia hamil”.

- Copyright © PELANGI.INFO - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -